Kebersamaan yang tak terlupakan........ ( Malam 7 Prinsip )


Wah wah,, PMI udah 66 tahun lho!! Bahagia banget deh,, yang baru ulang tahun yang ke-66. Nggak terasa ya, PMI udah tua juga. Tapi tua bukan berarti lemah kan? Semakin tua umurnya, semakin matang organisasinya. Tentunya pengalamann nya juga bertambah. Nggak seru kalo ulang tahun  nggak dirayain kan? PMI di seluruh Indonesia pasti ngerayain kan? UKM KSR-PMI Unit Undiksha juga nggak mau ketinggalan dong. Walaupun ngerayainnya maju satu hari dari hari jadi PMI, perayaan di UKM
KSR-PMI Unit Undiksha tetep rame dan seru.  Perayaan HUT PMI yang yang acaranya disebut Malam 7 Prinsip di UKM KSR-PMI Unit Undiksha ini masih dalam  acara serangkaian HUT PMI ke-66 di Undikha. Berikut sekilas tentang acara malam 7 prinsip yang merupakan acara perayaan hari ulang tahun pmi yang ke-66. Hari jadi PMI diperingati setiap tanggal 17 September 2011. Acara ini dibuka oleh Komandan UKM KSR-PMI Unit Undiksha, Gusti Ngurah Agus Andi Mulya, trus dilanjutin lagi dengan penyampaian beberapa patah kata oleh ketua panitia HUT PMI di UKM KSR-PMI Unit Undiksha, Arik Wibawa alias WeWe. Acara dilanjutin lagi dengan acara pembacaan tujuh prinsip dasar gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit merah Internasional yang disertai dengan dibawanya tujuh lilin sebagai simbol dari ketujuh prinsip itu. Oh iya, kelupaan, sebelum acara dimulai, panitia udah nyiapin kertas buat nulis harapan mereka. Harapan-harapan tersebut kemudian diletakkan pada balon-balon terbang warna-warni.



Nggak cuma diramein sama anak anaka lokal (baca: KSR Unit Undiksha), acara malam 7 prinsip ini juga diramein sama beberapa KSR dari Unit lain, kayak KSR-PMI Unit Markas Cabang Buleleng, UKM KSR-PMI Unit IHDN, dan KSR-PMI Unit Universitas Panji Sakti. Ulang tahun jelas nggak seru kalo nggak ada tiup lilin ato potong tumpeng. Dari dua opsi tadi, UKM KSR-PMI Unit Undiksha memilih pemotongan tumpeng sebagai simbolisasi perayaan HUT PMI yang ke-66. Pemotongan tumpeng dilakukan oleh Komandan UKM KSR-PMI Unit Undiksha bareng sama ketua panitia. Potongan tumpeng pertama, diberikan pada Ketua KSR-PMI Unit Markas Cabang Buleleng, Nyoman Budi Adnyana yang dengan semangat banget nerima potongan tumpengnya (karena kelaparan, kekekeke..). Potong yang kedua diberika pada Ketua Panitia perayaan HUT PMI, dan potongan ketiga diberikan pada Daud Puji Raharjo sebagai perwakilan dari KSR-PMI Unit Universitas Panji Sakti (Unipas) yang udah mupeng banget sama tumpengnya. (maav para saudara, penulis cuma bercanda, kekekeke...) Selanjutnya adalah acara nyanyi-nyanyi yang merupakan acara yang paling meriah, artis lawas kita bernama Dwi Bayu Beresiko, duet dengan artis pendatang baru-mbok puspa jegeg-, dengan bersemangat menyanyikan lagu selamat ulang tahun dari slank, dilanjutkan dengan lagu sempurna nya andra. Dentingan gitar listrik dari Dwi Bayu beresiko dan suara emasnya mbok puspa, berhasil menghanyutkan anak-anak sehingga mereka ikut bernyanyi bersama sambil bertepuk ria. Konser kedua menghadirkan Gayatri sebagai bintang tamu dengan lagu kembang kenangan. Kombinasi antara dwi bayu beresiko dan mbok gayatri adalah kombinasi yang paling serasi nan Romantis. Dibuktikan dengan seruan kirrr-kirr dan sorakan cieee-ciee dari audiences. Setelah lelah dan letih bersorak-sorai, makan makan pun dimulai. Serbuuu.... nasi kuning pun diserbu sampai lenyap...

Acara belum selesai, ada pembacaan tujuh harapan yang telah dipilih dengan cara diundi. Semua harapan yang dibacakan oleh kak budi, kak daud, kak ngurah, kak agus, mbok widi, mbk eka pradnya dan ketupat kita We-We Gombal alias arik wibawa hehehe.. Pada intinya adalah harapan supaya semua relawan selalu bersatu, persaudaraan semakin rekat, dan PMI tetap jaya. Setelah pembacaan harapan, ketujuh belas balon yang udah disiapin diterbangkan dengan membawa semua harapan yang telah ditulis. Penerbangan balon lebih dimeriahkan dengan letusan kembang api sebanyak 9 kali. Balik lagi ke acara nyanyi nyanyi ria, teman-teman KSR PMI menyanyikan bersama lagu PMI, dipimpin oleh kak Budi adnyana alias Budi Toples. Acara semakin seru. Acara terakhir adalah foto bersama sebagai kenangan. Tingkah konyol dan narsis nggak bisa hilang dari semua orang. Tapi serunya juga nggak hilang sampai acara terakhir ini.
Walaupun acaranya nggak megah, namun  acaranya tetep seru karena rasa persaudaraan antar relawan terasa banget. Semoga dengan diadakannya acara seperti ini, akan semakin mempererat rasa persaudaraan antar relawan, sesuai dengan semboyan kita, Siamo Tuti Frateli, yang seharusnya nggak cuma ucapan aja, tapi juga diamalkan dalam kenyataannnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar