Pelatihan Penggunaan Oksigen Pada Pertolongan Pertama

Pada hari sabtu, 18 Februari 2012 kemarin, anggota UKM KSR-PMI Unit UNDIKSHA melaksanakan kegiatan latihan bersama. Pada latihan kali ini, anggota UKM KSR-PMI diajarkan mengenai tata cara penggunaan tabung oksigen dalam pertolongan pertama.  Dalam beberapa kegiatan tugas jaga, keberadaan tabung oksigen memang sangat diperlukan. Dengan pertimbangan tersebut, maka sudah selayaknya bagi seluruh anggota KSR-PMI menguasai tata cara penggunaan tabung oksigen untuk pertolongan pertama.
Kegiatan latihan mingguan ini dimulai tepat pukul 14.00 siang. Semua anggota yang hadir pada saat itu terlihat antusias menerima penjelasan dan pengarahan dari instruktur. Nariasih, selaku sekretris bidang satu, berkesempatan memberikan pengarahan pada hari itu. Pelatihan dilakukan santai tetapi tetap serius.
Secara umum Oksigen dibedakan menjadi 2 yaitu oksigen basah dan oksigen kering (portable). Oksigen basah merupakan oksigen yang sering kita jumpai baik di rumah sakit ataupun di tempat kesehatan lainnya. Sedangkan oksigen kering (portable) merupakan oksigen yang paling praktis karena mudah dibawa kemana-mana, namun penggunaan oksigen ini hanya boleh dilakukan selama 3 sampai 5 menit. Bagian-bagian oksigen basah secara umum sama dengan oksigen kering (portable), namun yang membedakannya adalah pada oksigen basah terdapat water level yang berfungsi untuk melembabkan udara sedangkan pada oksigen kering (portable) tidak terdapat water level. Selain itu terdapat umidriver, flowmeter, nasal kanul, juga bagian lain.
Penggunaannya dimulai dengan merangkai tabung beserta bagian-bagiannya sehingga siap digunakan. Hal pertama yang dilakukan sebelum memasang perlengkapan tabung adalah mengecek adanya oksigen di dalam tabung dengan cara membuka pompa sebentar kemudian ditutup kembali. Sebelumnya, jauhkan tabung dari benda-benda berbahaya seperti api karena dapat memicu ledakan. Kemudian pasang regulator pada ujung tabung, kencangkan dengan memutar baut yang ada. Setelah regulator terpasang, untuk oksigen basah, pasang water level dan nasal kanul. Sedangkan pada oksigen kering, setelah regulator terpasang, lalu pasang nasal kanul.
Setelah semua bagian terpasang dengan baik, putar tuas tabung sehingga tabung terbuka. Atur jumlah oksigen yang dikeluarkan sesuai dengan kenyamanan pasien. Setelah selesai, putar tuas tabung sehingga tabung tertutup. Keluarkan sisa oksigen yang masih tersisa diluar dengan memutar tuas pengatur pada regulator, hingga menunjukkan angka nol. Kemudian lepaskan secara perlahan bagian-bagian tabung. Rapikan peralatan kembali dan simpan dengan baik. _ajeng_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar