Latihan Gabungan II KSR-PMI Se-Kabupaten Buleleng

Menjadi seorang relawan, bukanlah pekerjaan yang mudah. Selain dituntut kesigapan fisik, seorang relawan juga dituntut memiliki skill/kemampuan dalam hal pertolongan pertama dan pengetahuan medis dasar. Pelatihan dan simulasi sangatlah perlu dilakukan secara rutin guna memenuhi prasyarat untuk menjadi seorang relawan. Dalam berbagai kesempatan, pelatihan medis sudah cukup sering diselenggarakan, baik pelatihan dalam lingkup sempit hingga yang lebih luas yaitu Nasional atau Internasional.
           
Mengingat pentingnya pelatihan medis bagi para relawan, maka digalakkanlah kegiatan-kegiatan pelatihan bagi para relawan. Salah satunya adalah Latihan Gabungan (LatGab) yang diselenggarakan oleh KSR-PMI Unit UNDIKSHA. Tepatnya pada tanggal 17 dan 18 Maret 2012 kemarin, UKM KSR-PMI Unit UNDIKSHA mengadakan Latihan Gabungan antar KSR se-Kabupaten Buleleng. Acara ini dilaksanakan selama dua hari, hari pertama para peserta LatGab diberikan pengetahuan mengenai ilmu medis dasar beserta aplikasinya, sedangkan hari kedua, peserta mengikuti serangkaian kegiatan Outbond.
            Sabtu, 17 Maret 2012 pukul 14.45 tepatnya, acara dibuka oleh kepala markas PMI Kabupaten Buleleng. Pembukaan dilakukan secara khusyu dan tertib. Setelah selesai menyampaikan sambutan singkatnya dan membuka acara secara resmi, pelatihanpun segera dimulai. Sebelum diberikan materi, para peserta mengikuti Bina Suasana Kelas yang bertujuan untuk lebih mengakrabkan peserta dengan lingkungannya dan juga membina situasi dan kondisi yang kondusif untuk proses pelatihan. Dalam bina suasana kelas ini, peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasinya mengenai tata tertib dalam kelas, harapan, larangan, dan juga indeks kemampuan peserta dalam menguasai materi.
            Setelah dilakukan Bina Suasana Kelas, peserta mendapatkan materi yang pertama yaitu materi tentang kepalangmerahan, yang disampaikan oleh Kak Margot. Dalam penyampaian materi kepalangmerahan ini, Kak Margot membagi peserta LatGab menjadi empat kelompok, dimana masing-masing kelompok bertugas mendiskusikan mengenai Organisasi PMI, Keanggotaan, dan Kegiatan dalam PMI. Selanjutnya, masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya di hadapan seluruh peserta. Materi ini disampaikan kurang lebih selama 90 menit.
            Materi yang kedua yaitu Penilaian yang disampaikan oleh Kak Daud. Dalam penyampaian materi penilaian, Kak Daud banyak bercerita tentang pengalamannya sewaktu bertugas dan banyak memberikan contoh pengaplikasian teori dalam kejadian nyata. Dalam materi ini, para peserta juga diberikan kesempatan untuk mempraktekkan teori yang telah diberikan.
            Diselingi dengan istirahat MCK, makan malam dan sembahyang, materi penilaian kemudian dilanjutkan kembali. Materi yang ketiga adalan BHD (Bantuan Hidup Dasar) yang disampaikan oleh Kak Budi. Dalam materi ini, peserta diajarkan bagaimana cara menangani pasien yang tersedak dan juga peserta diajarkan tentang teknik RJP (Resutasi Jantung Paru). Seluruh peserta antusias mengikuti setiap arahan dan bimbingan yang diberikan. Rasa lelah dan kantuk yang mendera seakan sirna oleh keseriusan para peserta LatGab. Setelah selesai, para peserta dan panitia melaksanakan istirahat malam untuk melepas lelah.
            Keesokan harinya, tepatnya pada tanggal 18 Maret 2012 pukul 07.00 pagi, seluruh peserta telah bersiap menuju SPN (Sekolah Polisi Negara) untuk mengikuti kegiatan Outbond. Dengan semangat yang membara, seluruh peserta melewati satu demi satu rintangan yang diberikan. Outbond ala militer ini diberikan untuk melatih kesigapan para peserta yang notabene adala para relawan muda. Rintangan yang diberikan cukup banyak, dimulai dari melewati dinding beton setinggi 2 m, kemudian melewati halang rintang yang mengharuskan kita merayap, menyebrangi jajaran balok kayu, melewati rintangan jarring-jaring, hingga menaiki menara setinggi 18 m. Ada peserta yang dengan sigap mampu melewati seluruh rintangan, namun ada pula peserta yang gagal melewati beberapa rintangan. Meskipun begitu, seluruh peserta merasa senang dan gembira. Meskipun letih dan lelah tergambar jelas di wajah mereka, namun mereka merasa senang karena mendapatkan pengalaman baru yang sebelumnya belum pernah mereka dapatkan. -Ajeng-

1 komentar:

  1. kenapa setiap Latgab Saiia tidak pernah ikut Mepotrekan bersama,, yang hari pertama juga dunk,, biar kelihatan,, hihi

    BalasHapus