SERBA SERBI POS PERTOLONGAN PERTAMA (PP) OKK 2012

OKK merupakan salah satu kegiatan akbar di Undiksha yang secara rutin dilaksanakan setiap tahunnya dalam rangka menyambut mahasiswa baru. Seperti dalam OKK tahun sebelumnya, kali ini UKM KSR PMI Unit Undiksha pun ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Yup, Sie PP begitulah kami disebut. Dikoordinatori oleh Joe, Sie PP dalam kegiatan OKK ini bertugas dalam memberikan bantuan Pertolongan Pertama kepada Maba yang sakit. Seru, sudah pasti. Bayangkan saja, dengan jumlah anggota Sie PP yang hanya sekitar 25 orang, kita dituntut untuk dapat mengawasi dan memberikan Pertolongan Pertama terhadap kurang lebih 3000 orang Mahasiswa baru. Tidak hanya itu saja, Sie PP yang tergabung dalam kepanitiaan OKK, setiap harinya selama 1 minggu penuh, dituntut untuk selalu hadir di kampus tepat pukul 05.00 pagi (no ngaret) dan baru bisa pulang pada pukul 21.00 malam harinya. Karena tentu saja sebelum kegiatan dimulai, anggota KSR PMI Unit Undiksha yang tergabung dalam Sie PP diwajibkan mengikuti breafing dan kegiatan akan ditutup setelah dilakukan rapat evaluasi. Kebayang kan capeknya bagaimana.. Semua itu kami lakukan semata-mata demi menjalankan misi Palang Merah, yaitu misi Kemanusiaan.

Menjaga dan memberikan Pertolongan Pertama kepada Maba yang sakit selama seminggu, ternyata memberikan banyak pengalaman berharga bagi kami. Mulai dari yang menyedihkan hingga menggembirakan, dan juga yang menyenagkan hingga menjengkelkan. Menyedihkan apabila kami menemui Maba yang ternyata menderita penyakit kronis dan harus dirujuk ke rumah sakit, atau maba yang sudah diberikan pertolongan pertama, namun tidak menunjukkan tanda-tanda kesembuhan yang berarti. Untuk tahun ini, penyakit-penyakit yang sedang ngetrend diderita oleh maba diantaranya adalah penyakit jantung, asthma, anemia, hepatitis, dan masih banyak lagi. Kalau diperhatikan, serem juga penyakit-penyakit medis yang diderita oleh Maba, dan jika penyakit mereka sedang kambuh dan Pertolongan Pertama yang kami berikan seolah kurang memperlihatkan dampak yang berarti, maka tanpa berfikir panjang lagi, kami akan segera merujuk Maba ke rumah sakit terdekat, guna mendapatkan perawatan dari dokter. Dalam seminggu OKK ini, kami merujuk pasien sekitar 7 orang dengan keluhan medis yang beragam. Itu adalah beberapa pengalaman kami yang menyedihkannya.

Pengalaman yang menggembirakan apabila Banyak maba yang sakit dan setelah diberikan pertolongan pertama dapat pulih kembali dan pada akhirnya dapat mengikuti kegiatan OKK kembali. Dan juga kami sangat bahagia apabila Maba yang sakit mau menuruti solusi dari kami tanpa melawan ataupun menolak. Pengalaman menyenangkan lainnya adalah ketika pos PP sepi, alias tidak ada Maba yang sakit. Wah rasanya seperti kesempatan yang sangat bagus bagi sie PP untuk beristirahat sejenak, namun tetap saja harus selalu waspada. Dan pengalaman menjengkelkannya adalah ketika banyak Maba yang rela berpura-pura sakit guna menghindari kegiatan ataupun hukuman. Sepertinya ini merupakan penyakit tahunan yang selalu muncul pada saat OKK. Terpaksa anggota sie PP harus bertindak tegas guna menangani Maba yang bandel ini. Apabila menemui maba yang berpura-pura sakit berdasarkan hasil pemeriksaan, maka tanpa ragu lagi, kami tak segan-segan untuk memberikan peringatan bahkan mengusir mereka. Hal ini kami lakukan, untuk mendisiplinkan mereka. Wah ternyata menjadi seorang relawan kemanusiaan itu tidak hanya dituntut untuk menguasai ilmu pertolongan pertama, namun juga dituntut untuk dapat menguasai keadaan pasien dan lingkungannya. Tapi dibalik suka duka merawat Maba, kami bangga karena telah berani mengabdikan demi kemanusiaan. I love PMI. Siamo Tutty Frateli..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar