Diklat Lapangan



DIKLAT LAPANGAN

Serangkaian Diklatsar XX UKM KSR-PMI UNIT UNDIKSHA yang diawali dengan OCA (Orientasi Calon Anggota), Persami I, Persami II dan sekarang sudah mencapai tahap akhir yaitu Diklat Lapangan . Diklat Lapangan ini berbeda dengan OCA, Persami I maupun Persami 2 karena Diklat Lapangan dilaksanakan selama 3 hari dan pelaksanaannya lebih banyak melakukan praktek karena peserta harus benar-benar siap sebagi relawan sebelum resmi menjadi anggota UKM KSR-PMI UNIT UNDIKSHA. Diklat Lapangan kali ini dilaksanakan dari hari Jumat-Minggu tanggal 20-22 November 2015 bertempat di Yayasan Dana Punia. Jumlah peserta yaitu 32 orang yang sangat berbeda dari yang kita lihat saat hari pertama OCA yaitu sekitar 100 orang lebih. Hari Pertama CA dikumpulkan di UKM terlebih dahulu pukul 04.00 pagi untuk melakukan pengecekan perlengkapan pribadi dan  sarapan pagi . Kemudian CA diarahkan menuju ke  Yayasan Dana Punia di Banyuning tepatnya di Jalan Gempol dengan berjalan kaki dan didampingi oleh panitia yang bersangkutan. Sesampainya di Yayasan Dana Punia, CA langsung menaruh perlengkapan pribadi di tenda masing-masing dan lanjut menerima materi RFL yang dibawakan oleh Made Pasek Yasa, S.Sos . Pukul 10.45 dilanjutkan dengan materi Triage oleh Dwi Bayu Arysico . Setelah itu pukul 12.15 CA makan siang dan melakukan PBB yang dihandle langsung oleh Korlap I (Supa Widhiasih). Selanjutnya CA menerima materi Logistik dengan pemateri Dwi Bayu Arysico yang diselingi dengan praktek langsung sehingga CA yang sebelumnya mengantuk menjadi bugar dan bersemangat kembali.Selesai simulasi logistic, CA diberikan waktu untuk melakukan MCKS . Lalu   I Nyoman Budiadnyana membawakan materi KBBM  yang diselingi dengan praktek Triage pada malam hari, walaupun masih banyak kesalahan dari CA dalam menandakan korban hijau, kuning maupun merah namun mereka sudah mencoba dengan maksimal dan berusaha keras . Praktek Triage pun berakhir dengan evaluasi antar pemateri dan CA, kemudian dilanjutkan dengan Unit Test dan apel malam dengan instruktur apel Arsianita (angkatan 17) . Hari pertama pun diakhiri dengan praktek Pembuatan Tandu Darurat yang dihandle oleh Wayan Sudarma dan I Wayan Widhiadnyana dan pukul 23.30 CA  merajut mimpi. 

Hari kedua dimulai dengan Olah Tubuh dan SMCKS pukul 05.00. Kemudian dilanjutkan dengan  materi Perawatan Keluarga oleh Wayan Sudarma. Pada praktek Perawatan Keluarga yang bertempat di Gedung serbaguna Yayasan Dana Punia, Ca dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok pertama mempraktekkan tentang merawat keluarga sakit yang berabaring di tempat tidur dengan membantunya BAB dan BAK sedangkan kelompok lainnya mempraktekkan tentang merawat keluarga sakit yang berbaring di tempat tidur dengan membantunya mengganti seprai. Stelah semua peserta mempraktekannya satu persatu, kelompok pun dirolling agar semua mendapat materi yang sama dan menguasainya. Selanjut Pukul 10.45 I Nyoman Budiadnyana dan tim membawakan materi Evaluasi & PP yang diselingi dengan praktek langsung. Dalam simulasi Evaluasi dan PP ini dibagi menjadi 4 posko dimana di masing-masing posko menilai praktek yang berbeda. CA juga dibagi menjadi 4 kelompok dan disetiap kelompok akan menempati pos masing-masing dan dalam waktu 15 menit setiap kelompok akan di rolling kembali . Posko pertama yaitu praktek Pembuatan Tandu Darurat, Posko kedua yaitu praktek RJP, Posko ketiga adalah praktek BHD dan pos terakhir yaitu praktek pembidaian. Setalah melakukan praktek, peserta  makan siang pukul 12.15. Materi pun dilanjutkan oleh Kadek Sutanaya sampai pukul 17.30 dengan materi Selter. Di materi ini peserta praktek memangun tenda yang hanya diberi waktu 15 menit dari membangun hingga membongkarnya , namun sebelumnya sudah diberikan contoh oleh panitia. Lalu, setelah praktek Selter peserta diberikan waktu untuk MCKS kembali dan setelah selesai, peserta yang terpilih  menjadi pembaca prinsip Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional diberikan briefing dan gladi terlebih dahulu agar saat api unggun peserta yang membacakan prinsip tersebut sudah siap. Pukul 19.00 undangan pun sudah banyak yang datang mulai dari Pembina dan Pembina Teknis UKM KSR-PMI UNIT UNDIKSHA, Ketua UKM di lingkungan Undiksha, Satuan Inti, KSR-PMI UNIT Markas PMI Kab.Buleleng serta KSR-PMI Unit Perguruan Tinggi Lainya seperti STIKOM dan Stikes Buleleng. Api Unggun pun sangat seru karena berisi spontanitas dari peserta, panitia serta Peserta, Pemateri dan Panitia Award, dan pemenangnya medapat hadiah yang sudah disiapkan sebelumnya oleh panitia. Hari kedua pun berakhir. 

Seperti biasa Olah Tubuh dan SMCKS mengawali hari ketiga Diklat Lapangan. Lalu dilakukan simulasi yang dihandle oleh Dwi Bayu  Arysico . Skenario simulasi kali ini yaitu UKM KSR-PMI Unit Undiksha  diminta untuk membantu evakuasi para korban untuk bencana banjir bandang dan tanah longsor di Desa Sukamaju yang menyebabkan rumah warga hancur d, 1 orang meninggal, 2 orang hilang dan belasan lainnya luka-luka. KSR-PMI Unit Undiksha pun diberikan tugas oleh Wawan sebagai Kepala Markas dan Diah sebagai Staf Penanggulangan Bencana yang membagi anggota UKM KSR-PMI Unit Undiksha menjadi beberapa tim diantaranya tim logistic, tim DU, tim triase, tim evakuasi, tim assessment , tim logistic, tim RSL, korlap dan tim RFL . Tim tersebut sudah mempunyai tugas masing-masing dalam simulasi tersebut dan inilah untuk membuktikan kekompakan dan kesiapan mental maupun materi yang dipelajari sebelumnya dari peserta. Ditengah-tengah simulasi dibuat seperti terjadi kerusuhan sehingga nantinya ketika terjadi bencana sungguhan, peserta sudah siap menghadapi kejadian seperti itu walaupun tidak separah itu. SImulasi tersebut dibantu oleh panitia pelaksana, KSR-PMI UNIT Markas serta KSR-PMI UNIT Perguruan Tinggi Lainnya sampai pukul 11.00. Setelah simulasi Kegiatan dilanjutkan dengan evaluasi antar peserta dan panitia sehingga semua pihak mngetahui apa salah mereka dn apa yag seharusnya dilakukan terutama bagi peserta. Sebelum upacara, dilakukan  Postest. Serangkaian Diklatsar XX UKM KSR-PMI UNIT UNDIKSHA pun berakhir dengan kegiatan terakhir yaitu upacara penutupan dan pelantikan anggota yang ditandai dengan penyiraman air suci dan pemasangan atribut PMI. Selamat bagi peserta Diklat yang sudah resmi menjadi anggota UKM KSR-PMI UNIT UNDIKSHA. Siamo tutti fratelly. 

.:: PUBDEKDOK DIKLATSAR XX ::.

Persami 2


Volunteer undiksha




Persami 2

Kegiatan serangkaian Pendidikan dan Pelatihan Dasar (DIKLATSAR) XX yang diawali dengan Orientasi Calon Anggota (OCA) sekarang sudah memasuki tahap ketiga yaitu Persami II yang dilaksanakan pada Sabtu-Minggu, 31 Oktober-1 November 2015 di Lantai 2 Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNDIKSHA. Di hari pertama Persami II ini, Calon Anggota (CA) berkumpul pukul 05.30 WITA dimana jumlah CA yang mengikuti kegiatan Persami II adalah sebanyak 46 orang. Pada awal kegiatan persami II ini berlangsung dengan lancar namun karena adanya sesuatu dan lain hal, kegiatan sedikit kurang tepat waktu sehingga agak mundur dari jadwal awal yang telah disusun jauh-jauh hari. Calon Anggota (CA) memeriksa  perlengkapan pribadi di depan PUSKOM. Setelah itu, CA bersama dengan panitia bersama-sama jalan menuju FOK di lantai 2 karena kebetulan jarak antara PUSKOM dengan tempat Persami 2 lumayan dekat, kemudian dilanjutkan dengan bina suasana kelas dan pemberian materi.
Pada hari pertama Persami II ini materi yang diberikan antara lain: 1) Assessment oleh Kadek Sumardika; 2) Pemindahan Penderita oleh Kadek Sutanayasa; 3) Luka bakar, Kedaruratan, dan Keracunan oleh I Kadek Iman Darmawan; serta  4) BHD oleh I Nyoman Budiadnyana. Pada materi Pemindahan Penderita dibagi menjadi 2 kelas, kelas pertama di ruang tidur putra dan kelas kedua di ruang tidur putri yang dihandle langsung oleh pemateri dan untuk di ruang putri dihandle oleh Wayan Widhiadnyana selaku komandan UKM KSR-PMI UNIT UNDIKSHA. Pada materi BHD dan hemlic manuver dilakukan praktek di dua ruangan yang dihandle oleh Puspa Dewi (Praktek BHD) dan Rika Rizkia (Praktek Hemlic Manuver) dengan rolling setelah 40 menit. Setelah itu, diadakan alert dengan 5 korban dan pendamping dengan keadaan patah tulang, penilaian fisik ,BHD , Hemlic Manuver  dan perdarahan. Pada simulasi kecil ini banyak CA yang masih kurang menguasai praktek yang telah diberikan sejak persami 1, banyak CA yang bingung dan melihat korban tanpa adanya penanganan yang cepat dan tanggap. Banyak evaluasi yang diberikan oleh kakak-kakak panitia dan pemateri untuk mengajarkan kembali CA yang kurang maksimal dalam menangani pasien. Kegiatan hari pertama pun berakhir setelah diadakannya apel malam dan Puspa Dewi sebagai instruktur upacara.
Di hari kedua Persami II, kegiatan dimulai pukul 05.00 WITA dimana seluruh CA melaksanakan olah tubuh yang dihandle oleh Ni Putu Supawidhiasih. Setelah itu, CA melakukan MCK, sembahyang, dan sarapan pagi dengan menu nasi goreng dengan telur goreng dan kerupuk. Selanjutnya, dilaksanakan apel pagi dengan Kak Puspa Dewi sebagai instruktur upacara. Setelah melaksanakan apel pagi, CA masuk ke kelas untuk kembali menerima materi dan praktek. Pada hari kedua Persami II ini materi yang diberikan antara lain: 1) Kesehatan Remaja oleh Luh Risa Astrini dan Ambara Dwi Yulianto; 2) Watsan oleh I Nyoman Budi Adnyana; 3) Dasar PK dan PK oleh Wayan Sudarma. Sebelum apel pagi banyak CA yang membuat kesalahan sehingga mereka mendapatkan hadiah dari panitia. Meskipun banyak CA yang kelelahan namun seluruh CA kembali mengikuti materi dengan bersemangat. Pada materi pertama diberikan oleh Kak Ambara Dwi Yulianto dengan banyak berdiskusi sehingga suasana kelas menjadi aktif
Selanjutnya, CA berkumpul di lapangan untuk makan siang. Menu masakan yang diberikan sangat beragam dan sebagai pencuci mulut  CA diberikan buah berupa mangga matang yang rasanya manis, namun cara mengkonsumsinya adalah mereka harus menutup mata terlebih dahulu sehingga rasanya menjadi kejutan tersendiri bagi CA. Setelah mengisi energi, CA kembali ke kelas untuk mendapatkan materi Dasar PK oleh Wayan Sudarma. Setelah CA mendapat teori, praktek pun langsung dilakukan yaitu pengukuran suhu, tensi , nafas dan nadi. Namun tensimeter yang digunakan untuk praktek hanya satu sehingga CA melakukan pengecekan tensi secara bergantian dan membutuhkan waktu yang cukup lama karena satu alat hanya bisa dipakai oleh satu orang. Sebelum praktek, mereka ditegaskan kembali berapa suhu, tensi , nadi dan nafas yang normal pada anak-anak maupun dewasa sehingga saat pengecekan nanti mereka bisa menggolongkan kesehatan mereka apakah normal ataupun tidak normal. Setelah dirasa cukup menguasai , materi pun berakhir dan dilanjutkan dengan simulasi dan pemberian pengumuman list perlengkapan pribadi dan kelompok yang akan dibawa saat Diklat Lapangan nanti. Selamat bertemu 2 mingu lagi Calon Angota UKM-KSR PMI UNIT UNDIKSHA Semoga jumlah kalian stabil setelah resmi menjadi keluarga besar UKM KSR-PMI UNIT UNDIKSHA.  Siamo tutti fratelly

.::PUBDEKDOK DIKLATSAR XX::.